Wednesday, 14 October 2026 Berita Papua, Indonesia Timur & Nasional
Kesehatan

Waspada Asap Karhutla, Dinsos Papua Barat Ingatkan Anak, Lansia dan Petugas Lindungi Diri

BagikanWhatsAppFacebookX
👁 Dibaca 1 kali

MANOKWARI SELATAN— Masyarakat di Papua Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan melalui materi informasi Dinas Sosial Provinsi Papua Barat, khususnya UPTD Perlindungan dan Pelayanan Sosial Anak dan Remaja Kabupaten Manokwari Selatan. Dalam imbauan itu, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak, lanjut usia (lansia), serta petugas yang berada di lapangan.

Asap kebakaran dapat membawa partikel dan polutan yang berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, pilek, mata perih, sesak napas hingga memperburuk kondisi penyakit pernapasan.

Masyarakat yang berada di dalam rumah atau asrama diimbau menutup pintu, jendela dan ventilasi dengan rapat ketika kondisi udara di luar dipenuhi asap. Penggunaan pendingin ruangan dengan mode recirculate atau kipas angin juga dapat dilakukan untuk membantu menjaga kenyamanan udara di dalam ruangan.

flyer Himbauan dari Dinas Sosial Provinsi Papua Barat UPTD Dinsos Kab. Mansel

Sementara bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker N95 atau KN95 sangat dianjurkan. Aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, termasuk olahraga dan kegiatan berkumpul, sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara memburuk.

Selain perlindungan pernapasan, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C, beristirahat cukup dan menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Anak balita dan lansia menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dan sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan saat paparan asap meningkat.

Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti sesak napas meskipun sudah beristirahat, demam tinggi, napas cepat atau tertarik ke dalam khususnya pada anak, maupun batuk berdahak berwarna kuning atau hijau.

Kondisi asap karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi persoalan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, petugas di lapangan dan masyarakat untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi dampak asap terhadap warga.

Pesan yang ditekankan dalam imbauan tersebut sederhana namun penting: udara bersih, anak sehat, dan petugas kuat.

Redaksi: Info Papua Online

IKLAN
Iklan Info Papua Online
IKLAN
Iklan Info Papua Online
IKLAN
Iklan Info Papua Online