Thursday, 15 October 2026 Berita Papua, Indonesia Timur & Nasional
Kesehatan

Manokwari Jangan Sampai Tenggelam dalam Asap

BagikanWhatsAppFacebookX
👁 Dibaca 0 kali

Oleh: Nehemia Baker

Beberapa hari terakhir, kita mulai merasakan kondisi udara di Manokwari yang semakin dipenuhi asap. Pemandangan kota yang biasanya kita nikmati dengan udara yang relatif segar kini mulai terganggu oleh kabut asap. Ini bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, tetapi sudah menjadi persoalan lingkungan, kesehatan masyarakat, bahkan keselamatan.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa asap di Manokwari berasal dari kebakaran hutan dan lahan serta pembakaran sampah. Data Dinas Kehutanan Papua Barat juga menunjukkan adanya karhutla di Kabupaten Manokwari, sementara kebakaran di kawasan TPA turut menghasilkan kepulan asap yang mengganggu masyarakat.

Menurut saya, kita tidak boleh menganggap kondisi ini sebagai sesuatu yang biasa karena setiap hari kita menghirup udara yang sama. Pencemaran udara dapat berdampak pada kesehatan, khususnya saluran pernapasan. Partikel halus seperti PM2.5 bahkan dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.

Yang lebih memprihatinkan, persoalan asap ini sudah mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Gangguan jarak pandang bahkan dilaporkan dirasakan oleh pilot ketika melakukan pendaratan di Bandara Rendani.

Pemerintah dan Masyarakat Harus Bersinergi

Saya berpandangan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan pengawasan, pencegahan, penanganan kebakaran, pengelolaan sampah, menyediakan fasilitas pemadam yang memadai, serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Namun di sisi lain, masyarakat juga mempunyai tanggung jawab yang sama pentingnya.

Kebiasaan membakar sampah sembarangan, membuka lahan dengan cara membakar, atau membuang puntung rokok sembarangan harus mulai kita tinggalkan. Dalam kondisi musim kemarau dan lahan yang kering, tindakan kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Karena itu, yang kita perlukan bukan saling menyalahkan, tetapi sinergi.

Pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata, sementara masyarakat harus menjadi bagian dari solusi.

Manokwari Adalah Rumah Kita Bersama

Manokwari bukan hanya pusat pemerintahan Provinsi Papua Barat. Manokwari adalah rumah bagi kita semua.

Karena itu, menjaga udara Manokwari tetap bersih merupakan tanggung jawab bersama.

Saya berharap pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi, TNI-Polri, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, hingga seluruh masyarakat dapat membangun gerakan bersama untuk mencegah kebakaran dan pencemaran udara.

Pemerintah juga perlu memperkuat sistem pengawasan titik api, mempercepat penanganan kebakaran, memperbaiki pengelolaan sampah, serta memberikan edukasi secara terus-menerus kepada masyarakat.

Masyarakat pun harus berani mengambil bagian dengan tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Jangan menunggu Manokwari semakin dipenuhi asap baru kita bergerak.

Kita harus bertindak sekarang.

Saya percaya, dengan kemauan pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk berjalan bersama, persoalan ini dapat kita atasi.

Manokwari membutuhkan pembangunan, tetapi pembangunan tidak boleh mengorbankan kesehatan dan lingkungan.

Mari kita jaga Manokwari.
Mari kita jaga udara yang kita hirup.
Karena udara bersih bukan kemewahan, tetapi kebutuhan dan hak kita bersama.

IKLAN
Iklan Info Papua Online
IKLAN
Iklan Info Papua Online
IKLAN
Iklan Info Papua Online